SIT Auladi Palembang melaksanakan kegiatan Mabit atau Malam Bina Iman dan Taqwa 2026 sebagai bagian dari pembinaan iman, takwa, dan karakter Islami bagi peserta didik. Kegiatan ini diikuti oleh siswa SDIT kelas 6 dan SMPIT kelas 9 yang dilaksanakan sesuai jadwal di tiap lokasi Auladi.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk persiapan dalam menghadapi Ujian Sekolah. Melalui kegiatan Mabit, siswa diharapkan memiliki semangat belajar yang lebih kuat, kesiapan mental yang baik, serta karakter Islami dalam menghadapi ujian.
Pelaksanaan Mabit di tiap lokasi
Untuk jenjang SDIT kelas 6, pelaksanaan Mabit dimulai di lokasi SDIT Auladi SU II pada tanggal 10-11 April 2026. Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. Dengan demikian, suasana Mabit berjalan kondusif dan mendukung proses pembinaan karakter serta kesiapan siswa dalam menghadapi Ujian Sekolah.
Mabit di Auladi SU II
Selanjutnya, pada tanggal 24-25 April 2026, kegiatan Mabit untuk jenjang SDIT kelas 6 juga dilaksanakan di SDIT Auladi Pakjo dan SDIT Auladi Sako. Kedua lokasi tersebut menyelenggarakan kegiatan dengan suasana yang tertib dan penuh kebersamaan. Oleh karena itu, siswa dapat mengikuti pembinaan dengan baik serta semakin termotivasi untuk belajar dan beribadah.
Mabit di Auladi Pakjo
Mabit di Auladi Sako
Sementara itu, untuk jenjang SMPIT kelas 9, pelaksanaan Mabit dilaksanakan pada tanggal 24-25 April 2026 di lokasi SMPIT Auladi Sematang Borang dan SMPIT Auladi Jakabaring. Para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan sebagai bagian dari pembinaan iman, pembentukan karakter, dan persiapan menghadapi Ujian Sekolah.
Mabit di Auladi Sematang Borang
Mabit di Auladi Jakabaring
Secara keseluruhan, pelaksanaan Mabit di SIT Auladi Palembang berjalan dengan baik. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa SDIT kelas 6 dan SMPIT kelas 9 lebih siap menghadapi Ujian Sekolah serta meningkatkan semangat belajar.
Dalam tausiyahnya, Muhammad Rajab Bahamar, S.Ag. mengingatkan bahwa setiap ujian harus dihadapi dengan usaha dan tawakal.
“Ketika musibah datang, kita harus berserah, bukan sekadar pasrah. Orang yang berserah tetap harus berusaha. Maka, anak-anak, jika kalian mengharapkan kesuksesan di masa depan, kalian harus siap diuji. Apa usaha agar kita sukses menghadapi ujian? Pertama, belajar. Kedua, DUIT: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal.”
Pesan tersebut mengajarkan bahwa setiap ujian, baik dalam belajar maupun kehidupan, perlu dihadapi dengan kesungguhan.