Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, SIT Auladi Palembang menyelenggarakan rangkaian kegiatan Tarhib Ramadhan yang melibatkan siswa, guru, dan karyawan. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dan diikuti oleh seluruh lokasi, yaitu Auladi SU II, Auladi Pakjo, Auladi Sako, Auladi Sematang Borang, dan Auladi Jakabaring. Pelaksanaan di berbagai lokasi tersebut menunjukkan komitmen sekolah dalam membangun kesiapan ibadah dan penguatan keimanan seluruh insan Auladi.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua hari berbeda sebagai bentuk persiapan yang menyeluruh, baik dari sisi keimanan, pemahaman, maupun kesiapan fisik. Melalui rangkaian Tarhib Ramadhan ini, seluruh insan Auladi diharapkan mampu menyambut Ramadhan dengan penuh kesadaran dan semangat memperbaiki diri.
Tarhib Ramadhan Siswa
Pada Jumat, 13 Februari 2026, kegiatan Tarhib Ramadhan bagi siswa dilaksanakan dengan penuh antusias. Siswa mendapatkan pematerian mengenai makna Ramadhan, pentingnya meluruskan niat, serta ajakan meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak. Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan dekorasi kelas bertema Ramadhan untuk menumbuhkan suasana religius dan semangat kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbaiki diri, menjaga lisan, serta memperbanyak amal kebaikan. Kegiatan dekorasi kelas menjadi simbol kesiapan menyambut bulan suci dengan hati yang lapang dan penuh kebahagiaan.
Kreativitas Dekorasi Kelas Bertema Ramadhan
Setelah sesi pematerian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan dekorasi kelas sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadhan. Setiap kelas berkreasi menghias ruangan dengan berbagai ornamen bernuansa Islami, seperti kaligrafi, ucapan “Marhaban Ya Ramadhan”, jadwal target ibadah, serta hiasan bulan dan bintang. Warna-warni dekorasi membuat suasana kelas menjadi lebih ceria dan penuh semangat.
Antusiasme siswa dalam kegiatan Tarhib Ramadhan SIT Auladi Palembang juga terlihat saat proses dekorasi berlangsung. Mereka saling berbagi tugas, berdiskusi menentukan konsep hiasan, hingga bersama-sama menata hasil karya di dalam kelas. Kegiatan ini tidak hanya memperindah lingkungan belajar, tetapi juga melatih kreativitas, kerja sama, dan tanggung jawab.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendampingi siswa selama bulan suci, sekolah juga menghadirkan halaman khusus yang memuat berbagai program dan agenda Ramadhan tahun ini. Informasi selengkapnya dapat diakses melalui Website Ramadhan SIT Auladi Palembang 1447 H di ramadan.sitauladi.sch.id.
Tarhib Ramadhan Guru dan Karyawan
Sehari setelah pelaksanaan Tarhib Ramadhan bagi siswa, kegiatan dilanjutkan khusus untuk guru dan karyawan pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Ramadhan Menjadikan Muslim yang Sehat, Hemat, Taat dan Pahala Berlipat” sebagai pengingat bahwa Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah personal, tetapi waktu yang tepat untuk melakukan transformasi diri secara menyeluruh.
Materi disampaikan oleh H. Windo Putra Wijaya, Lc., M.Ag, yang mengajak seluruh peserta untuk kembali memahami tujuan hidup manusia. Beliau menegaskan bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)
Ayat ini menjadi dasar bahwa seluruh aktivitas kehidupan, termasuk pekerjaan di lingkungan sekolah, harus bermuara pada nilai ibadah. Selain sebagai hamba, manusia juga memiliki peran sebagai khalifah yang membawa kebaikan dan kemanfaatan bagi lingkungan.
Mengubah Lelah Menjadi Lillah
Dalam penyampaiannya, H. Windo Putra Wijaya, Lc., M.Ag menekankan pentingnya niat sebagai fondasi setiap amal. Beliau menjelaskan bahwa kehidupan memiliki alur yang sederhana namun mendalam: iman melahirkan niat, niat melahirkan amal, amal yang dilakukan dengan benar menjadi amal saleh, dan pada akhirnya menghasilkan pahala. Dengan demikian, setiap aktivitas akan bernilai ibadah apabila dilandasi iman dan niat yang benar.
Konsep ini mengajak para guru dan karyawan untuk memaknai kembali setiap pekerjaan di lingkungan sekolah. Mengajar, mendidik, melayani administrasi, hingga menjalankan tugas-tugas teknis dapat menjadi ladang pahala apabila diniatkan karena Allah. Inilah yang dimaksud dengan mengubah lelah menjadi lillah serta menjadikan setiap kelelahan sebagai bentuk pengabdian dan ibadah.
Ramadhan sebagai Akselerator Pahala
Beliau juga menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang memiliki keistimewaan luar biasa. Pada hari biasa, satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Namun pada bulan Ramadhan, pahala dapat berlipat tanpa batas dan disertai ampunan dosa bagi hamba yang bersungguh-sungguh. Oleh karena itu, Ramadhan disebut sebagai momentum percepatan dalam mengumpulkan amal saleh.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa kesempatan bertemu Ramadhan adalah anugerah yang tidak selalu datang setiap tahun bagi setiap orang. Karena itu, setiap individu perlu memanfaatkannya dengan kesungguhan dan perencanaan yang matang.
Saum dan Siyam: Lebih dari Sekadar Menahan Lapar
Beliau juga mengingatkan firman Allah SWT tentang tujuan puasa:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi latihan pengendalian diri, kedisiplinan, serta ketaatan penuh terhadap aturan Allah.
Persiapan Ramadhan: Meluruskan Niat dan Strategi Amal
Lebih lanjut, H. Windo Putra Wijaya, Lc., M.Ag mengajak seluruh peserta untuk mempersiapkan Ramadhan secara terencana. Persiapan pertama adalah meluruskan dan menguatkan niat, karena setiap amal bergantung pada niatnya. Tanpa niat yang benar, ibadah dapat kehilangan nilai spiritualnya.
Selain itu, peserta juga diingatkan untuk menjaga kesehatan fisik agar mampu menjalankan ibadah secara optimal. Ramadhan harus dijalani dengan kesiapan jiwa dan raga.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan pentingnya memperbanyak doa menjelang Ramadhan. Salah satu doa yang dianjurkan adalah:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”
Doa ini mencerminkan harapan agar diberikan umur panjang, kesehatan, serta kesempatan untuk menjalani Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Selain itu, ketika melihat hilal, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa:
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
“Ya Allah, terbitkanlah bulan ini kepada kami dengan keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman.”
Dengan doa tersebut, Ramadhan disambut bukan hanya dengan semangat, tetapi juga dengan ketundukan dan harapan kepada Allah SWT.
Refleksi dan Harapan
Sebagai penutup, beliau menyampaikan pesan reflektif bahwa keberhasilan Ramadhan tidak diukur dari perbandingan dengan orang lain, melainkan dari perubahan diri yang terus meningkat dari hari ke hari. Ramadhan adalah perjalanan perbaikan diri yang bersifat personal namun berdampak luas bagi lingkungan.
Melalui kegiatan Tarhib Ramadhan ini, SIT Auladi Palembang berharap seluruh guru dan karyawan dapat menyambut Ramadhan 1447 H dengan kesiapan jiwa, raga, dan harta. Dengan semangat “Sehat, Hemat, Taat, dan Pahala Berlipat”, Ramadhan diharapkan menjadi momentum transformasi menuju pribadi yang lebih disiplin, lebih bermanfaat, dan lebih dekat kepada Allah SWT.