Kegiatan Halalbihalal Guru dan Karyawan 5 Cabang SIT Auladi Palembang berlangsung dengan penuh kehangatan pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Indahnya Silaturahmi dalam Merajut Ukhuwah Menuju Hati yang Fitri”. Oleh karena itu, acara ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan kekeluargaan setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.
Suasana kebersamaan tampak sejak awal kegiatan. Para guru dan karyawan dari lima cabang SIT Auladi Palembang berkumpul dalam nuansa silaturahmi yang hangat dan penuh kekhidmatan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Islami yang disampaikan oleh Ustadz Kusworo Nur Sidik, Lc. Dalam penyampaiannya, beliau membahas berbagai hal yang berkaitan dengan ibadah di bulan Ramadan. Beliau menjelaskan tentang makna berpuasa, keutamaan Qiyamul Lail, serta makna fitrah setelah Ramadan.
Selain itu, tausiyah tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas ibadah setelah Ramadan berakhir. Dengan demikian, nilai-nilai yang telah dibangun selama bulan suci dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ustadz Kusworo Nur Sidik, Lc. menekankan bahwa tujuan utama dari diwajibkannya ibadah puasa adalah untuk membentuk pribadi yang bertaqwa. Ia menjelaskan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Namun, puasa juga melatih keimanan dan pengendalian diri seseorang.
“Tujuan diwajibkannya ibadah puasa adalah La’allakum Tattaqun, agar kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa,” ujar Ustadz Kusworo Nur Sidik, Lc.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa ketakwaan yang telah dilatih selama bulan Ramadan hendaknya tetap terjaga. Tidak hanya saat Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, setiap individu diharapkan mampu menjaga sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai ketakwaan.
Selain membahas puasa, beliau juga menjelaskan makna dari ucapan Minal ‘Aidin wal Faizin yang sering disampaikan saat Idulfitri. Menurutnya, ucapan tersebut bukan sekadar tradisi. Sebaliknya, ucapan itu merupakan doa agar setiap muslim kembali kepada fitrah dan menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadan.
Pada akhir kegiatan, acara ditutup dengan sesi salam-salaman antar peserta. Momen ini menjadi simbol saling memaafkan serta memperkuat ikatan ukhuwah di lingkungan SIT Auladi Palembang.
Melalui kegiatan ini, seluruh guru dan karyawan diharapkan dapat terus menjaga semangat kebersamaan. Selain itu, silaturahmi yang telah terjalin diharapkan semakin erat. Dengan begitu, nilai-nilai ketakwaan dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.