SIT Auladi Palembang saat ini tengah menjalani rangkaian proses Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Siswa (Pilpres SD) sebagai bagian dari program pembentukan karakter dan kepemimpinan peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa cabang, yaitu Auladi SU II, Auladi Sako, dan Auladi Pakjo, di bawah naungan Student Lighthouse Team (SLHT).
Melalui kegiatan Pilpres SD, siswa tidak hanya dilatih untuk memilih pemimpin. Selain itu, proses ini menjadi sarana pembelajaran yang menumbuhkan rasa tanggung jawab, keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan bekerja sama sejak usia dini.
Rangkaian Proses Seleksi Pilpres SD
Rangkaian Pilpres SD diawali dengan kegiatan sosialisasi kepada seluruh siswa. Selanjutnya, proses dilanjutkan dengan pendaftaran calon, seleksi akademik, tes karakter berbasis 7 Habits, serta tes keagamaan dan keterampilan berbicara di depan umum. Setiap tahapan dirancang agar siswa memahami bahwa kepemimpinan membutuhkan kesiapan ilmu, akhlak, dan sikap.
Berdasarkan keterangan Bunda Yuli, Koordinator Leader in Me (LIM) Sako, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Siswa merupakan bagian dari proses seleksi pembentukan Student Lighthouse Team.
“Pemilihan presiden dan wakil presiden siswa merupakan bagian dari proses seleksi pembentukan Student Lighthouse Team. Peserta didik yang ingin mengikuti seleksi harus melewati beberapa tahap, mulai dari seleksi akademik, tes TTQ, ibadah, public speaking, hingga wawancara,” jelasnya.
Seluruh nilai dari setiap tahapan seleksi tersebut kemudian diakumulasi. Dengan demikian, hasil akhir dapat mencerminkan kesiapan dan potensi kepemimpinan masing-masing peserta.
“Dari hasil seleksi dan wawancara, akan dipilih enam peserta terbaik yang kemudian ditetapkan sebagai tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden siswa,” tambah Bunda Yuli.
Kampanye, Debat, dan Hari Pencoblosan
Setelah ditetapkan sebagai kandidat, para calon presiden dan wakil presiden siswa menjalani masa kampanye serta debat terbuka. Pada tahap ini, siswa dilatih menyampaikan visi dan misi secara santun, berpikir kritis, serta berani berbicara di depan umum.
Pelaksanaan pencoblosan Pilpres SD di masing-masing cabang memiliki ciri khas tersendiri. Namun demikian, seluruh proses tetap mengedepankan prinsip demokrasi yang jujur dan bertanggung jawab.
Di Auladi SU II, pencoblosan dilaksanakan melalui dua putaran untuk memastikan pasangan terpilih memperoleh dukungan suara terbanyak secara adil. Sementara itu, Auladi Sako juga menerapkan dua putaran dengan inovasi penggunaan Microsoft Excel sebagai media pemungutan dan penghitungan suara. Metode ini dikenalkan sebagai sarana pembelajaran literasi digital dan pemanfaatan teknologi sederhana.
Berbeda dengan dua cabang lainnya, Auladi Pakjo melaksanakan pencoblosan dalam satu putaran. Meski demikian, siswa tetap dapat memahami proses pemilihan secara efektif dan demokratis.
Seluruh rangkaian pencoblosan dilaksanakan layaknya pemilu sesungguhnya. Proses ini dilengkapi dengan kartu pemilih serta panitia KPPA (Komisi Pemilihan Presiden Auladi). Oleh karena itu, seluruh siswa dapat merasakan secara langsung praktik demokrasi di lingkungan sekolah.
Menanamkan Nilai Kepemimpinan Sejak Dini
Struktur kepemimpinan SLHT terdiri dari presiden, wakil presiden, serta kabinet menteri yang akan menjalankan peran kepemimpinan dan berkontribusi aktif dalam berbagai program sekolah.
Menurut Bunda Yuli, Pilpres SD dirancang sebagai miniatur pesta demokrasi untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa.
“Pemilihan presiden dan wakil presiden siswa ini merupakan miniatur dari pesta demokrasi yang sesungguhnya. Anak-anak belajar cara berdemokrasi, belajar menerima kemenangan dan kekalahan, belajar mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, serta belajar berorganisasi,” tuturnya.
Melalui rangkaian Pilpres SD, SIT Auladi Palembang berkomitmen menanamkan nilai kepemimpinan, sportivitas, dan tanggung jawab kepada siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat, baik di lingkungan sekolah maupun di masa depan.