Menyusuri Tanah Suci: Perjalanan Umrah Guru SIT Auladi di Makkah

Sebuah perjalanan panjang terkadang dimulai dari sebuah momen yang sederhana. Pada perayaan Milad SIT Auladi, 21 Mei 2026, pengundian hadiah umrah menjadi salah satu momen yang paling berkesan bagi keluarga besar Auladi.

Kini, hadiah tersebut telah membawa para guru dan karyawan terpilih menempuh perjalanan hingga ke Tanah Suci. Perjalanan umrah guru SIT Auladi pun menjadi pengalaman yang menyatukan rasa syukur, kebersamaan, dan harapan dalam langkah-langkah mereka di Makkah.

Bagi setiap peserta, perjalanan ini memiliki makna yang berbeda. Namun, mereka datang dengan satu tujuan yang sama: memenuhi panggilan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى.

Kebersamaan pun terasa sejak perjalanan dimulai hingga akhirnya rombongan tiba di Masjidil Haram. Di tengah suasana yang ramai dan padat, ada momen yang sulit dijelaskan ketika untuk pertama kalinya berada begitu dekat dengan tempat yang selama ini hanya dilihat melalui gambar dan layar.

“Ketika pertama kali sampai di Masjidil Haram, air mata langsung jatuh sebelum doa sempat terucap. Suasananya ramai, padat, dan panas, tetapi entah mengapa hati justru terasa begitu tenang. Saat itu, yang terlintas hanya satu doa: Ya Allah, jangan jadikan ini sebagai pertemuan terakhir. Panggil kami kembali, lagi dan lagi.”

Bagi rombongan umrah SIT Auladi, perjalanan ini juga menjadi kesempatan untuk saling menjaga dan menguatkan satu sama lain.

Setiap perjalanan di Tanah Suci menghadirkan pengalaman yang berbeda. Ada waktu untuk berjalan bersama, beristirahat, berbagi cerita, hingga sekadar mengabadikan momen yang mungkin tidak akan terulang dengan suasana yang sama.

Jabal Uhud menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut. Di tempat ini, rombongan kembali mengingat bahwa perjalanan spiritual tidak hanya terletak pada tujuan akhirnya.

Setiap langkah menuju satu tempat ke tempat lainnya juga menjadi ruang untuk bersyukur. Perjalanan yang dijalani bersama membuat setiap pengalaman terasa lebih dekat dan bermakna.

Dari Palembang, melalui perjalanan panjang, hingga akhirnya berdiri bersama di hadapan Ka’bah.

Mungkin inilah salah satu momen yang paling sulit dilupakan. Tidak banyak kata yang dibutuhkan ketika seseorang akhirnya berada di tempat yang selama ini menjadi arah kiblat dalam setiap salat.

Di hadapan Ka’bah, setiap peserta membawa doa masing-masing. Ada doa untuk keluarga, orang tua, anak-anak, serta orang-orang yang menanti kepulangan mereka di Indonesia.

Ada pula harapan untuk SIT Auladi, para siswa, dan seluruh keluarga besar yang menjadi bagian dari perjalanan mereka selama ini.

Perjalanan umrah akan berakhir ketika rombongan kembali pulang ke Indonesia. Namun, doa, pengalaman, dan rasa syukur yang dibawa dari Tanah Suci diharapkan tetap tinggal bersama mereka.

Bagi keluarga besar SIT Auladi, perjalanan ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan bersama juga layak untuk dihargai dan disyukuri.

Semoga perjalanan umrah para guru dan karyawan SIT Auladi membawa keberkahan serta menjadi bekal untuk kembali melanjutkan pengabdian dengan hati yang lebih tenang dan semangat yang baru.

Ikuti perjalanan dan kisah keluarga besar SIT Auladi lainnya melalui rubrik News SIT Auladi.


FAQ

Keberangkatan rombongan merupakan bagian dari hadiah umrah yang diberikan kepada guru dan karyawan terpilih dalam perayaan Milad SIT Auladi pada 21 Mei 2026.

Rombongan terdiri dari guru dan karyawan SIT Auladi yang terpilih sebagai penerima hadiah umrah.

Dalam perjalanan ini, rombongan mengunjungi sejumlah lokasi di Tanah Suci, termasuk Makkah, Masjidil Haram, Mina, serta menjalankan rangkaian ibadah umrah.

Program ini menjadi salah satu bentuk penghargaan atas dedikasi guru dan karyawan yang telah membersamai perjalanan pendidikan di SIT Auladi.

//
SIT Auladi SU II
Admin SU II
//
SIT Auladi Pakjo
Admin Pakjo
//
SIT Auladi Sako
Admin Sako
//
SIT Auladi Jakabaring
Admin Jakabaring
//
SIT Auladi Sematang Borang
Admin Semabor
Hubungi Kami