Memulai sekolah baru adalah pengalaman yang penuh rasa penasaran bagi setiap anak. Ada yang sudah tidak sabar bertemu teman baru, ada pula yang masih merasa canggung karena memasuki lingkungan yang belum dikenalnya.
Melalui MPLS SIT Auladi Palembang Tahun Ajaran 2026–2027, sekolah menghadirkan proses adaptasi yang menyenangkan agar Ananda dapat mengenal lingkungan, guru, serta budaya belajar yang akan menemani mereka selama satu tahun ke depan.
Bagi SIT Auladi, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bukan sekadar agenda pembukaan tahun ajaran baru. Ini adalah proses membangun rasa aman, nyaman, dan percaya diri sehingga setiap anak dapat memulai perjalanan belajarnya dengan langkah yang mantap.

Suasana MPLS di SIT Auladi Sako
MPLS Dimulai, Momen Perkenalan Lingkungan Baru bagi Ananda
Selama lima hari pelaksanaan MPLS, kegiatan yang dijalani Ananda dirancang untuk membantu mereka beradaptasi secara bertahap. Fokusnya bukan pada pembelajaran akademik, melainkan membangun kedekatan dengan lingkungan sekolah dan orang-orang yang akan menjadi bagian dari keseharian mereka.
Pada hari-hari pertama, siswa diajak mengenal berbagai fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, area bermain, hingga tempat ibadah. Proses sederhana ini membantu anak merasa lebih akrab dengan lingkungan barunya sehingga mereka tidak lagi merasa asing saat kegiatan belajar dimulai.
Selain itu, Ananda juga mulai membangun identitas kelas bersama teman-temannya. Mereka memilih ketua kelas, menyusun aturan yang akan disepakati bersama, hingga menghias ruang kelas sesuai ide dan kreativitas masing-masing.
Kegiatan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki makna yang besar. Ketika anak dilibatkan dalam membuat aturan dan menciptakan suasana kelas yang mereka inginkan, mereka belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, dan rasa memiliki terhadap lingkungan belajar.

Siswa SDIT Auladi Sebrang Ulu II melakukan praktek Wudhu
Salah satu momen yang paling menyentuh selama MPLS adalah ketika Ananda membaca surat cinta dari Ayah dan Bunda yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Surat tersebut berisi doa, harapan, serta pesan penyemangat untuk mengiringi langkah mereka di tahun ajaran baru. Bagi sebagian anak, surat itu menjadi pengingat bahwa meskipun sedang belajar di sekolah, mereka selalu mendapatkan dukungan dan kasih sayang dari rumah.
Kegiatan sederhana ini juga menjadi penghubung antara rumah dan sekolah. Anak merasakan bahwa perjalanan pendidikannya didukung oleh kedua lingkungan yang paling dekat dengan kehidupannya.
Sebagai bagian dari pendekatan pendidikan yang menyeluruh, siswa baru juga akan mengikuti sesi pembekalan bersama psikolog SIT Auladi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari yang berbeda di setiap unit sekolah.
Melalui sesi tersebut, Ananda dibimbing untuk mengenal diri, memahami cara berinteraksi dengan teman, serta belajar menghadapi perubahan lingkungan dengan lebih percaya diri. Di saat yang sama, guru juga memperoleh bekal untuk memahami karakter dan kebutuhan siswa sehingga proses pendampingan selama satu tahun ke depan dapat berjalan lebih optimal.
Inilah yang menjadi salah satu ciri khas MPLS di SIT Auladi. Adaptasi tidak hanya dipandang sebagai proses mengenalkan bangunan sekolah, tetapi juga membangun kesiapan emosional, sosial, dan karakter anak sejak hari pertama.

Siswa SDIT Auladi Sematang Borang mendengarkan pengarahan dari Guru
Penutup
Hari pertama sekolah sering kali menjadi awal dari banyak cerita yang akan dikenang anak di masa depan. Pengalaman yang menyenangkan pada masa adaptasi akan membantu mereka melangkah dengan lebih percaya diri ketika proses belajar mulai berjalan.
Melalui MPLS SIT Auladi Palembang Tahun Ajaran 2026–2027, sekolah berharap setiap Ananda dapat mengenal lingkungan barunya, membangun pertemanan yang baik, serta tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter Islami.
Semoga lima hari pertama ini menjadi fondasi yang kuat untuk menjalani satu tahun pembelajaran yang penuh makna, tantangan, dan kesempatan untuk terus berkembang.
Baca artikel lain tentang aktivitas Auladi di sini.