Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan berbagai ibadah dan pembinaan keimanan, SIT Auladi Palembang melaksanakan I’tikaf bagi guru dan karyawan. I’tikaf ini berlangsung selama lima malam, yaitu pada tanggal 10-14 Maret 2026. Pelaksanaannya bertempat di Masjid Nurhidayah yang berlokasi di Jalan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang.
Para guru dan karyawan SIT Auladi mengikuti I’tikaf ini sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, I’tikaf ini juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan di lingkungan SIT Auladi.
Pelaksanaan I’tikaf di Masjid Nurhidayah
Selama pelaksanaan I’tikaf, para peserta memanfaatkan waktu untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbagai aktivitas ibadah dilakukan secara bersama-sama, seperti salat berjamaah, salat tarawih, qiyamul lail, serta tilawah al-qur’an
Selain itu, suasana Masjid Nurhidayah yang tenang dan khusyuk memberikan kesempatan bagi para peserta untuk lebih fokus dalam beribadah. Melalui suasana tersebut, para peserta juga dapat melakukan muhasabah diri selama menjalani ibadah di bulan Ramadan.
Tausiyah dari Syekh Ahmed Shatat
Dalam rangkaian I’tikaf tersebut, para peserta juga mendapatkan kajian dan tausiyah dari narasumber istimewa, yaitu Syekh Ahmed Shatat, B.A., seorang ulama yang berasal dari Palestina.
Dalam penyampaiannya, Syekh Ahmed Shatat mengajak para peserta untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya memperbanyak amal kebaikan serta memperkuat ukhuwah sesama muslim.
Melalui tausiyah tersebut, para peserta mendapatkan motivasi untuk terus memperbaiki diri. Dengan demikian, para peserta diharapkan dapat meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.
Kebersamaan Berbuka dan Sahur
Selain rangkaian ibadah dan kajian keislaman, I’tikaf ini juga diisi dengan kebersamaan dalam berbuka puasa dan sahur bersama di Masjid Nurhidayah.
Melalui momen tersebut, para peserta dapat mempererat silaturahmi. Selain itu, kebersamaan antara guru dan karyawan SIT Auladi juga semakin terjalin dengan baik. Suasana berbuka dan sahur bersama menciptakan suasana Ramadan yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Melalui I’tikaf 5 malam Ramadan ini, diharapkan seluruh guru dan karyawan SIT Auladi Palembang dapat semakin meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, nilai-nilai keislaman tidak hanya diajarkan kepada peserta didik, tetapi juga diamalkan oleh seluruh tenaga pendidik dan karyawan dalam kehidupan sehari-hari.