Kegiatan Market Day kembali digelar oleh SIT Auladi Palembang pada Februari 2026. Program tahunan ini menjadi salah satu agenda unggulan dalam menanamkan nilai kewirausahaan kepada siswa Taman Kanak-Kanak (TK). Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya bermain peran sebagai penjual dan pembeli, tetapi juga belajar secara langsung tentang proses jual beli, komunikasi, serta tanggung jawab dalam bekerja sama.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Market Day tahun ini hadir dengan konsep yang lebih menarik, tertata, dan edukatif. Suasana dibuat menyerupai pusat perbelanjaan dengan konsep food cart, sehingga memberikan pengalaman baru yang menyenangkan bagi para siswa.
Market Day tahun ini dilaksanakan di beberapa lokasi TKIT Auladi, yakni TKIT Auladi SU II, TKIT Auladi Pakjo, serta TKIT Auladi Sako. Setiap lokasi menghadirkan tema dan nuansa khas yang tetap mengedepankan nilai pembelajaran karakter dan kewirausahaan.
Konsep Baru Market Day
Penanggung Jawab Kegiatan Market Day TKIT Auladi SU II Palembang, Bunda Dahria Husna, menjelaskan bahwa Market Day tahun ini mengusung konsep berbeda dibanding pelaksanaan sebelumnya.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya anak-anak berjualan secara individu dengan dekor masing-masing, sekarang kita ubah konsepnya seperti food cart di mall. Ada kursi dan meja untuk dine in, dan setiap kelas memiliki satu stan bersama,” jelasnya.
Jika sebelumnya siswa berjualan secara mandiri dengan dekorasi yang disiapkan masing-masing orang tua, kini sistem diubah menjadi berkelompok per kelas. Setiap kelas memiliki satu stan besar yang dihias bersama, menyerupai pameran kuliner kecil. Di depan stan tersedia meja dan kursi sehingga pembeli dapat menikmati makanan secara dine in.
Perubahan konsep ini bertujuan untuk menanamkan nilai kerja sama tim, tanggung jawab bersama, serta pembagian peran dalam satu kelompok. Anak-anak diberi tugas berbeda, seperti menjadi kasir, penjaga stan, marketing, hingga bertugas mengundang pengunjung untuk mampir.
Aturan Khusus Market Day
Agar kegiatan berjalan tertib dan adil, terdapat beberapa aturan yang telah ditetapkan oleh panitia, di antaranya:
- Setiap siswa membawa 7 pieces dari satu jenis makanan/minuman (tidak boleh lebih atau kurang)
- Harga produk berkisar antara Rp5.000 – Rp10.000
- Jenis makanan antar kelas tidak boleh sama
- Tidak menyediakan kantong plastik (mendukung gerakan ramah lingkungan)
- Pembeli dianjurkan membawa tas belanja sendiri
Aturan ini dibuat tidak hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga melatih kedisiplinan anak sejak dini. Dengan jumlah yang sama rata, siswa belajar tentang konsep distribusi dan tanggung jawab terhadap barang yang mereka jual.
Orang tua berperan dalam menyiapkan makanan dari rumah sesuai arahan guru, namun tidak diwajibkan hadir selama kegiatan berlangsung. Adapun pembeli terdiri dari siswa, guru, orang tua, bahkan siswa SD yang turut diundang untuk memeriahkan acara.
Market Day TKIT Auladi SU II
Market Day di TKIT Auladi SU II Palembang dilaksanakan pada Selasa-Rabu, 11-12 Februari 2026. Tahun ini, kegiatan mengangkat tema makanan khas Nusantara yang memperkenalkan kekayaan kuliner dari berbagai daerah di Indonesia.
Adapun daerah yang diangkat meliputi:
- Makassar
- Bandung
- Padang
- Banjarmasin
- Jakarta
- Aceh
Setiap kelas menyajikan menu berbeda sesuai daerah yang telah ditentukan dan tidak diperbolehkan ada kesamaan jenis makanan antar kelas. Tidak hanya menjual makanan, siswa juga mengenakan pakaian adat sesuai dengan daerah yang diwakili, sehingga suasana Market Day terasa semakin semarak, penuh warna, dan sarat nilai budaya.
Dalam praktik transaksi, anak-anak tetap didampingi guru. Sistem kasir dilakukan oleh satu guru dan satu siswa, di mana guru membantu menghitung uang sementara siswa memegang dan menyerahkan uang kepada pembeli. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada anak tentang proses transaksi.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi lingkungan. Dengan tidak menyediakan kantong plastik, sekolah mengajarkan pentingnya penggunaan ulang dan pengurangan sampah sejak usia dini.
Market Day TKIT Auladi Sako
Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di TKIT Auladi Sako pada Kamis-Jumat, 5-6 Februari 2026. Unit ini juga mengangkat tema kuliner khas daerah sebagai bentuk pengenalan budaya kepada siswa.
Daerah yang diangkat antara lain:
- Bangka Belitung
- Padang
- Lampung
- Bandung
Setiap stan menampilkan makanan dan minuman khas dari daerah tersebut. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar menjual produk, tetapi juga mengenal keragaman budaya dan kuliner Nusantara.
Anak-anak berlatih menawarkan dagangan dengan percaya diri, menyapa pembeli, serta belajar memahami konsep sederhana tentang harga dan uang. Bagi sebagian siswa yang awalnya merasa malu atau takut berbicara, kegiatan ini menjadi latihan keberanian yang sangat berarti.
Market Day TKIT Auladi Pakjo
Cabang TKIT Auladi Pakjo juga menyelenggarakan Market Day pada Kamis–Jumat, 12–13 Februari 2026 dengan konsep pembelajaran kewirausahaan berbasis pengalaman langsung.
Daerah yang diangkat meliputi:
- Yogyakarta
- Surabaya
- Padang
- Lampung
- Makassar
Melalui sistem berkelompok dan pembagian peran, siswa belajar bekerja sama dalam satu tim. Setiap anak memiliki tanggung jawab masing-masing, sehingga mereka memahami pentingnya kontribusi individu dalam keberhasilan kelompok.
Menanamkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini
Kegiatan Market Day menjadi salah satu metode pembelajaran berbasis praktik (learning by doing) yang efektif bagi anak usia dini. Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya menerima materi secara teori di dalam kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam pengalaman nyata berjualan. Anak-anak belajar bagaimana menawarkan produk kepada pembeli, melayani dengan ramah, serta memahami proses transaksi sederhana dengan pendampingan guru.
Penanggung Jawab Kegiatan Market Day TKIT Auladi SU II Palembang, Bunda Dahria Husna, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membangun karakter dan keberanian anak sejak dini.
“Anak-anak kita latih untuk mandiri, berani, dan percaya diri. Mereka belajar bagaimana menawarkan barang, berinteraksi dengan pembeli, serta mengenal proses jual beli secara langsung meskipun tetap didampingi guru,” ujarnya.
Melalui sistem berkelompok, siswa belajar bekerja sama dan memahami bahwa keberhasilan stan merupakan hasil kontribusi bersama. Selain itu, kebijakan tidak menyediakan kantong plastik juga menjadi bagian dari edukasi kepedulian lingkungan, sehingga anak-anak terbiasa membawa tas belanja sendiri dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Dengan konsep yang lebih kolaboratif, Market Day 2026 di SIT Auladi Palembang sukses menjadi ajang pembelajaran yang edukatif, kreatif, sekaligus menyenangkan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan anak usia dini dapat dikemas secara inovatif tanpa menghilangkan nilai karakter, budaya, dan pembentukan jiwa kewirausahaan sejak dini.