SIT Auladi Palembang menyelenggarakan kegiatan Dauroh Murobbi pada Sabtu, 7 Februari 2026, dengan mengusung tema “Membimbing Langkah, Menuju Fitrah”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidik, khususnya dalam memperkuat peran guru sebagai murobbi yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan membina peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Melalui Dauroh Murobbi ini, para guru diharapkan memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang peran strategis pendidik dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik, sehingga proses pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembinaan akhlak dan keimanan.
Kegiatan Dauroh Murobbi SIT Auladi Palembang diikuti oleh para guru dari berbagai lokasi, yaitu Auladi SU II, Auladi Pakjo, Auladi Sako, Auladi Sematang Borang, dan Auladi Jakabaring. Kehadiran guru dari berbagai lokasi ini menunjukkan sinergi dan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan SIT Auladi.
Narasumber dan Pemateri
Dauroh Murobbi ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang pendidikan dan pembinaan, yaitu Ust. Farid Muliana, S.T.P dan Betty Kurniaty, S.Si., M.Pd. Selain itu, Ketua Yayasan SIT Auladi Palembang, Drs. Riduan Ya’qub, turut hadir dan memberikan materi serta arahan kepada seluruh peserta.
Para narasumber menyampaikan materi dengan pendekatan yang sistematis dan mudah dipahami, disesuaikan dengan kebutuhan guru di lingkungan SIT Auladi Palembang. Materi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pendidik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara lebih optimal.
Kondisi dan Problematika Umat Islam
Materi pertama yang disampaikan dalam kegiatan Dauroh Murobbi ini membahas tentang kondisi dan problema umat Islam saat ini. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa berbagai tantangan umat turut berpengaruh terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter generasi muda.
Guru sebagai pendidik memiliki peran penting dalam merespons kondisi tersebut dengan memberikan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan kesiapan guru untuk menjadi sosok yang mampu membimbing peserta didik agar tetap berada pada jalan yang sesuai dengan fitrah.
Menjadi Murobbi Itu Mudah
Materi kedua mengangkat tema “Menjadi Murobbi Itu Mudah”. Dalam sesi ini dijelaskan bahwa setiap guru pada hakikatnya telah memiliki potensi untuk menjadi murobbi yang baik. Peran murobbi tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang berat atau kompleks, melainkan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Seorang murobbi diharapkan mampu menjadi teladan bagi peserta didik, baik dalam sikap, ucapan, maupun perilaku sehari-hari. Dengan keteladanan dan pendekatan yang tepat, guru dapat membimbing peserta didik menuju pribadi yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Penguatan Pemahaman Kurikulum
Materi ketiga membahas tentang kurikulum sebagai pedoman utama dalam pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah. Dalam sesi ini, narasumber menjelaskan pentingnya pemahaman kurikulum secara menyeluruh agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara maksimal.
Kurikulum dipahami tidak hanya sebagai dokumen pembelajaran, tetapi juga sebagai arah dan landasan dalam mendidik peserta didik sesuai dengan visi dan misi SIT Auladi Palembang. Dengan pemahaman kurikulum yang baik, guru diharapkan mampu melaksanakan pembelajaran yang terarah, terencana, dan berkesinambungan.
Komitmen SIT Auladi Palembang
Melalui pelaksanaan Dauroh Murobbi ini, SIT Auladi Palembang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidik di seluruh lokasi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan berkelanjutan bagi para guru agar mampu menjalankan perannya sebagai murobbi secara profesional dan berintegritas.
Diharapkan, melalui kegiatan ini para guru dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh dalam proses pembelajaran sehari-hari, sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.